Sijago Merah Lahap Delapan Rumah Warga Di desa Lagan Tengah, Ditengah Pemukiman Padat Penduduk
HALOINDONESIANEWS.COM, Tanjabtim- Kebakaran hebat meluluhlantakkan kawasan padat penduduk di Dusun 1, Desa Lagan Tengah, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, Sabtu (15/08/2026)
Musibah ini menghanguskan delapan rumah warga hingga rata dengan tanah, serta merusak dua rumah lainnya. Upaya penanggulangan musibah ini diwarnai aksi cerdik petugas Damkar.
Akses jalan menuju lokasi yang sangat sempit membuat armada besar mobil pemadam tidak bisa masuk. Tak kehabisan akal, petugas memanfaatkan satu unit mobil Toyota Innova untuk menembus gang sempit tersebut.

Mobil minibus itu diandalkan untuk mengangkut peralatan tempur utama, yakni mesin pompa pemadam apung (floating pump), langsung mendekati titik api.
“Kondisi medan yang sempit membuat armada mobil pemadam kami tidak bisa masuk ke lokasi. Anggota akhirnya menggunakan mobil Innova untuk mengangkut mesin floating pump, agar pemadaman bisa segera dilakukan,” ujar Kabid Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Agus Pranoto.
Berbekal mesin floating pump yang diangkut menggunakan Toyota Innova, petugas bersama warga setempat berjibaku memadamkan kobaran api hingga berhasil mencegah kebakaran merembet lebih luas.
Laporan kebakaran pertama kali diterima anggota Damkar pada pukul 15.02 WIB melalui Call Center 112 dari seorang warga Desa Lagan Tengah.
Menindaklanjuti laporan ini, petugas langsung bergerak dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 15.30 WIB. Saat ini petugas Damkar masih berada di lokasi untuk melakukan proses pendinginan.
Berdasarkan data sementara dari pihak berwenang, musibah kebakaran hebat ini berdampak langsung pada delapan kepala keluarga (KK).
Berikut adalah daftar pemilik rumah yang hangus terbakar:
1. Amirudin (35)
2. Rijuk (50)
3. Jumri (60)
4. Siti Hawa (61)
5. Arip (38)
6. Muhammad Rasid (55)
7. Makduk (58)
8. Siti Hajar (70)
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Total kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Saat ini, para korban terpaksa mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat, sambil menunggu penyaluran bantuan lebih lanjut dari pemerintah daerah setempat. (Rano)






Discussion about this post