Miris, Puluhan Tahun Warga Sialang Pungguk Tanpa Penerangan Listrik PLN
Haloindonesianews.com, Batanghari- Sebuah Perkampungan di Kabupaten Batanghari sejak puluhan tahun belum mendapatkan aliran listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang di kelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sementara jarak dusun Sialang Pungguk berada di desa Muara Singoan Kecamatan kecamatan Muara Bulian, hanya ditempuh berkisar 13 kilometer dari pusat Pemerintahan Kabupaten yang berada di Kota Muara Bulian.
Suasana Warga Di Dusun Sialang Pungguk, Desa Muara Singoan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari teruji kesabaran mereka, dikala malam suasana gelap gulita tanpa penerangan listrik.
78 tahun usia Kemerdekaan Bangsa Indonesia dari penindasan penjajah Belanda, Sejak Indonesia Merdeka pada 17 Agustus 1945, Kebutuhan dasar warga negara harus menjadi tolak ukur perhatian pemerintah, Sayangnya diusia kemerdekaan tersebut warga Dusun Sialang Pungguk Desa Muara Singoan Kecamatan Muara Bulian, Belum merasakan Aliran Listrik Dari PLN.
Warga Yang Bermukim di sana Setiap harinya Terpaksa Menjalani Kehidupan tanpa Listrik Dan Sangat Jauh Berbanding Terbalik Dengan Warga Di Perkampungan Lainnya.
Baca juga:
- Gandeng Pers, KPU Batanghari Sosialisasikan Pemilu 14 Februari Jangan GolputÂ
- 4 Bulan Listrik Byar Pet, Warga Desa Nyogan Ancam Demo PLN
“Kita berharap diperhatikan juga sama seperti warga desa lainya yang menikmati penerangan listrik” Sebut Arsyad Ketua RT 05 Dusun Sialang Pungguk.
Sambungnya” Pada Saat Malam Hari Sekitar 70 Kepala Keluarga Atau 300 Jiwa Warga Hanya Mengandalkan Aki Motor Dan Mesin Genset Sebagai Alat Penerangan”.
Mukhtar Romi Warga yang Tidak Banyak Berharap, hanya Agar Dusun Sialang Pungguk Dapat Menikmati Aliran Listrik Layaknya Warga Lainya, karena Menurutnya, kebutuhan Listrik Telah Menjadi Kebutuhan Dasar Untuk Memenuhi Kehidupan Sehari Hari Mereka, terlebih Akan Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriah.
“Tidak banyak yg kita harapkan bang, penerangan listrik inilah sebagai kebutuhan dasar warga, terutama dimalam hari, yang gelap gulita, selain itu kita akan memasuki bulan suci ramadhan” jelasnya.
Sementara Manaf tokoh masyarakat dusun Sialang Pungguk Mengaku Bahwa Dusun Tersebut Sempat Dialiri Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS ) Namun sudah memasuki hampir Dua Tahun terakhir kondisinya sudah tidak normal lagi, hingga tidak berfungsi.
PLTS Yang diharapkan dapat menjadi Solusi Selama Ini, namun Dua Tahun Terakhir Tidak Lagi Dapat Menerangi Dusun Tersebut, hingga Warga Harus Bergelap Gulita di malam hari. Manaf Mengaku Sudah pernah mengajukan ke Pemerintah untuk mendatangkan listrik Ke Dusun Tersebut, Namun hingga saat Ini belum direalisasikan.
“Sejak 1995 desa ini terbentuk belum masuk PLN, ini yg kita harapkan PLTS yang bisa membantu penerangan kini sejak dua tahun terakhir tidak berfungsi, hingga dimalam hari gelap gulita” jelas Manaf.
Selain Tidak Ada Listrik Penerangan dari PLN, Lengkap penderitaan warga Sialang Pungguk dengan Kondisi Akses Jalan menuju Pusat Ibu Kota Kabupaten Batanghari, Rusak parah sehingga aktivitas perekonomian dan pendidikan masyarakat juga terhambat.
“Kami disini seakan lengkap penderitaan 70 kepala keluarga, selain tidak ada listrik, akses jalan pun hancur dan berlumpur, sehingga aktifitas Perekonomian dan pendidikan terhambat akibat akses jalan yang berlumpur ” sebutnya.
Kondisi jalan yang berlumpur dan berlobang Ini terus dikeluhkan warga, Mereka berharap agar pemerintah juga memperbaiki Jalan yang sudah puluhan tahun dikeluhkan warga. (Yadi)






Discussion about this post