Lestarikan Tradisi, GP Ansor Kasang Pudak Gelar Majelis Dzikir dan Kajian Kitab Hujjah Ahli Sunnah Wal Jama’ah
Haloindonesianews.com, Muaro Jambi – Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Kasang Pudak Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi mengelar kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) di Mushola Nurul Muslimin. Selasa malam (6/2/2024).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Kasang Pudak Ustad Muhammad Cholil Albisri tersebut dimulai dengan pembacaan Sholawat, Ratib Al Athos dan kajian kitab Hujjah Ahli Sunnah Wal Jama’ah karangan KH Ali Maksum yang memaparkan tentang beberapa amaliah aswaja yang berkaitan dengan fiqih dan sebagian berkaitan dengan masalah tauhid.
Dikatakan oleh Ustad Cholil Kitab Hujjah Ahli Assunnah Wal jama’ah adalah sebuah kitab yang menjelaskan dalil-dalil dari amalan warga nahdliyin dan menjadi pegangan para santri. Kitab yang ditulis oleh mantan Rais ‘Am PBNU tahun 1980-1984.
“Kitab tersebut yang sanad keilmuannya nyambung pada Mu’alif yaitu bersumber dari KH Muhammad Amin Dahlan (pendiri PP Alamin Babalan Wedung Demak ) beliau adalah salah satu murid dari KH Ali MaKsum.” ujarnya
Ustad Muhammad Cholil menambahkan “KH Ali Maksum adalah putra pertama dari hasil perkawinan KH Ma’shum bin KH Ahmad Abdul Karim dengan ibu nyai Nuriyah binti KH Muhammad Zain Lasem. KH. Ali Maksum lahir pada tanggal 2 Maret 1915 di Desa Soditan Lasem Rembang. Sejak kecil beliau belajar dan dididik di Pondok Pesantren Al- Hidayah, yang diasuh oleh ayahnya sendiri.
Pada saat itu pondok Pesantren Al-Hidayah Lasem menjadi pusat rujukan para santri dari berbagai daerah terutama dalam pengajaran kitab Alfiyah Ibnu Malik beserta syarahnya (kitab ibnu aqil ) dan kitab Jam’ul jawami’ ( kitab ushul fiqh).
Sanad keilmuan Kiai Ali Maksum dapat ditelusuri, pada tahun 1927 di usia 12 tahun menuntut ilmu di tempat KH Dimyathi pengasuh pondok pesantren Tremas Pacitan jatim.” ujarnya
Baca juga:
Dihadapan pengurus GP Ansor Kasang Pudak dan puluhan jama’ah yang hadir ustad Cholil juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi.
“Kegiatan MDS Rijalul Ansor ini agar terus rutin di laksanakan ini adalah salah satu bentuk kaderisasi dan terus berkomunikasi menjaga silaturahmi dengan nilai Istiqomah mengikuti langkah para kyai Nahdlatul Ulama.”pungkasnya
(Janiarto)






Discussion about this post